Jenis Jenis Hutan di Indonesia dan Dunia dan Manfaatnya - Hutan pada umumnya bisa diartikan sebagai lahan luas yang ditumbuhi pohon dan tidak diberi makan oleh manusia atau tumbuh dengan sendirinya, liar.
Bagian Hutan
Hutan tampaknya memiliki tiga bagian. Tanah atas, permukaan tanah, bawah tanah. Di bagian atas tanah ada mahkota pohon, semak belukar, semak belukar, kayu bulat. Di permukaan tanah ada rumput dan guguran dari dedaunan, batang pohon, atau cabang pohon.
Manfaat Hutan
Hutan yang berisi berbagai jenis pohon, semak belukar tentunya sangat berguna tidak hanya untuk makhluk hidup, tapi juga lingkungan sekitar. Beberapa manfaat hutan antara lain:
a. Paru-paru dunia
Pepohonan adalah produsen oksigen. Dan di hutan ada bermacam jenis pepohonan. Hutan berperan penting untuk memenuhi kebutuhan oksigen di bumi.
b. Habitat hewan alami
Hutan adalah rumah / tempat tinggal bagi beragam flora dan fauna. Namun, karena penebangan berlebihan, pembakaran hutan, habitatnya hancur. Hewan dan tumbuhan punah.
c. Bisa menyerap dan menyimpan karbon
Pohon yang tumbuh dengan baik di hutan akan mampu menyerap karbon dioksida dari atmosfer bumi dan disimpan di akar, dedaunan, tanah.
d. Kebutuhan manusia terpenuhi
Hutan berguna dalam memenuhi kebutuhan manusia, misalnya menghasilkan kayu untuk furnitur, rotan, madu, daunnya bermanfaat sebagai ramuan tumbuhan.
e. Tempat yang tergantung
Orang-orang yang mata pencahariannya berpotongan dengan hutan, hasil hutan dari kayu, madu, dll, sangat berguna dan merupakan tempat untuk kehidupan. Termasuk flora dan fauna di dalamnya.
f. Mencegah banjir
Hutan di daerah dataran rendah bisa menghambat air dan mencegah banjir.
g. Memainkan peran dalam mengatur iklim
Iklim yang sejuk dipengaruhi oleh hutan yang fungsinya masih bagus. Sehingga bisa menciptakan udara segar bagi lingkungan.
h. Sarana olahraga
Hutan juga berguna untuk melakukan berbagai olahraga. Contohnya adalah sepeda olah raga, kamp, hiking, dan sebagainya.
i. Tempat belajar
Pakar ekosistem bersemangat meneliti berbagai jenis hewan atau flora yang ditemukan di hutan.
j. Simpan cadangan air
Pohon yang tumbuh di hutan dapat menyimpan sejumlah besar air sebagai cadangan.
k. Mencegah tanah longsor dan erosi
Tanaman yang kuat atau akar pohon dapat mencegah bahaya erosi dan tanah longsor.
l. Wisata
Pengelolaan hutan yang baik dapat menjadikan hutan sebagai tempat pendidikan yang menarik untuk dikunjungi.
Fungsi hutan
- Fungsi hutan konservasi: Hutan yang berfungsi untuk melestarikan alam, flora, fauna, wisata alam.
- Fungsi hutan produksi: Hutan digunakan untuk menghasilkan kayu dan hasil hutan lainnya yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
- Fungsi hutan terlindungi: Hutan berfungsi untuk melindungi air dan lahan untuk daerah sekitarnya.
- Penyerap air: Hutan bisa menyerap air, mencegah banjir dan erosi.
- Produsen udara bersih: Hutan ditumbuhi pohon, menghasilkan penyumbang oksigen dan oksigen terbesar di bumi.
Berikut adalah beberapa jenis hutan di Indonesia dan dunia dan manfaatnya:
Jenis Hutan Berdasarkan Asalnya
1. Hutan tinggi adalah hutan yang jenis pohonnya berasal dari biji, pohon cenderung tinggi, dan memiliki umur yang panjang.
 |
| Dua Orang Sedang Memanjat Pohon |
2. Hutan sedang atau hutan campuran adalah hutan yang pohonnya berasal dari banyak tunas dan benih.
 |
| Hutan Sedang |
3. Hutan rendah adalah hutan yang jenis pohonnya berasal dari tunas, pohon fisik cenderung rendah.
 |
| Hutan Rendah |
Ada juga kelompok jenis hutan berdasarkan asal mereka menjadi dua kategori:
1. Hutan primer adalah jenis hutan yang belum pernah ditembus oleh manusia dan tetap murni.
2. Hutan sekunder adalah jenis hutan yang tumbuh kembali dengan sendirinya. Hutan ini tumbuh setelah penebangan yang ekstensif atau kerusakan parah. Biasanya jenis pohonnya pendek dan kecil.
Namun, jika dibiarkan lama, akan sulit untuk membedakan antara hutan primer dan hutan sekunder yang merupakan hutan sekunder sekunder ketika diubah menjadi beberapa ratus tahun menjadi hutan primer.
Jenis Hutan berdasarkan Fungsi
1. Hutan cadangan alam adalah hutan yang digunakan sebagai perlindungan terhadap alam (biologis). Termasuk dalam suaka hutan alam adalah cagar alam yang menjadi wahana untuk spesies tumbuhan dan hewan yang membutuhkan perlindungan.
 |
| Cagar Alam |
Selain itu ada juga cagar alam yang merupakan tempat berlindung berbagai jenis hewan (ada juga spesies hewan yang unik). Wisata hutan ditakdirkan khusus untuk wisata (taman laut, taman wisata, dll).
2. Hutan lindung adalah jenis hutan yang berguna untuk menjaga kondisi / keberlanjutan tanah dan air di daerah tertentu.
Jenis Hutan menurut Proses Terjadinya
1. Hutan alam / asli adalah hutan alami (misalnya hutan rimba).
2. Hutan buatan adalah hutan yang dibentuk oleh manusia / buatan manusia. Contohnya adalah hutan mangrove. Memang sebagian besar bakau terbentuk secara alami, namun ada pula yang dibuat oleh manusia untuk memperkuat garis pantai dari gelombang ombak laut yang kuat.
Jenis Hutan menurut Tempatnya
1. Hutan rawa adalah jenis hutan yang tumbuh di daerah atau daerah yang tergenang air tawar / musiman yang terendam air tawar.
 |
| Hutan rawa |
2. Hutan pesisir adalah hutan yang tumbuh di pantai dan tidak terpengaruh oleh iklim.
 |
| Hutan pesisir |
3. Hutan pegunungan adalah hutan yang pertumbuhan dan perkembangannya berada di daerah pegunungan dengan ketinggian sekitar 1200-3350 meter di atas permukaan laut.
 |
| Hutan Pegunungan |
Jenis Hutan menurut Jenis Pohonnya
1. Hutan yang homogen adalah hutan yang ditumbuhi hanya satu jenis tumbuhan. Contoh hutan homogen semacam itu adalah hutan pinus, jati. Biasanya hutan yang homogen dibuat dengan tujuan / tujuan tertentu seperti untuk reboisasi atau penghijauan.
2. Hutan heterogen adalah hutan dari berbagai jenis tumbuhan (pohon). Jenis hutan ini memiliki karakteristik pohon yang tinggi dengan daun pohon yang lebar. Di Indonesia ada banyak jenis hutan yang heterogen karena hutan ini biasanya ditemukan di daerah tropis. Salah satu contoh hutan yang heterogen adalah hutan.
Jenis Hutan menurut Tujuannya
1. Taman nasional merupakan kawasan yang mendapat perlindungan dari pemerintah pusat. Taman nasional ini terlindungi dari berbagai polusi dan pembangunan manusia. Yang merupakan taman nasional terbesar yaitu Northeast Greenland National Park, berdiri sejak 1974.
2. Hutan konservasi adalah hutan dengan karakteristik yang berguna untuk menjaga kelangsungan berbagai hewan dan tumbuhan termasuk ekosistemnya. Contoh hutan konservasi adalah taman alam dan taman nasional.
3. Hutan konversi adalah jenis hutan yang menguntungkan bagi tujuan pembangunan di luar bidang kehutanan. Misalnya transmigrasi, peternakan, pertambangan, perkebunan.
4. Hutan lindung adalah kawasan hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar untuk dilindungi, dengan tujuan untuk menjaga fungsi ekologis hutan. Pelestarian hutan bertujuan untuk mencegah orang menikmati manfaat dan manfaat hutan, seperti sistem air dan kesuburan tanah.
Beberapa fungsi hutan lindung untuk masyarakat dan lingkungan meliputi pencegahan banjir, pencegahan intrusi air laut, pengelolaan air secara teratur, kesuburan tanah terjaga, pengendalian erosi.
5. Hutan produksi adalah hutan yang memiliki keuntungan menghasilkan berbagai hasil hutan yang menguntungkan masyarakat. Ada kendala dalam bentuk
HPH untuk hutan yang berhasil menghasilkan kayu.
Penebangan harus dilanjutkan dengan penanaman kembali, agar hutan dapat berkelanjutan. Saat ini sebagian besar dari mereka menebang hutan dengan bebas, areal HPH seringkali kosong karena penebangan yang berlebihan.
Jenis Hutan Berdasarkan Iklim
1. Hutan hujan tropis adalah jenis hutan yang tumbuh di daerah dengan curah hujan / daerah tropis yang tinggi. Hutan yang memiliki banyak spesies invertebrata dan vertebrata ditandai dengan daun lebar, pohon tinggi, dan banyak pohon (subur) sehingga selalu terlihat hijau.
Pelajari lebih lengkap; Ciri ciri hutan hujan tropis
 |
| Hutan Hujan Tropis |
2. Hutan hujan sedang adalah tipe hutan berukuran besar (berukuran besar) yang umum terjadi di Australia dan di sepanjang garis pantai Pasifik yang meliputi California, Washington, Amerika Utara.
3. Hutan musim tropis adalah jenis hutan yang tumbuh di daerah tropis dengan iklim yang basah, namun musim kemarau panjang / panjang. Jenis hutan ini biasa terjadi di Asia Tenggara dan India. Saat musim kemarau tiba, pepohonan di hutan ini akan rontok (daun gletser).
4. Hutan pegunungan tropis adalah sejenis hutan yang serupa dengan hutan hujan beriklim sedang. Dengan struktur dan karakteristik yang berbeda.
 |
| Hutan Pegunungan Tropis |
5. Hutan dengan iklim sedang adalah jenis hutan yang tumbuh di daerah-daerah di mana iklimnya cenderung basah. Pohon yang ada di dalamnya adalah pohon berdaun luas yang akan menumpahkan daun pada musim dingin. Wilayah distribusi hutan gugur adalah iklim sedang antara lain Amerika Tengah, Eropa, Amerika Serikat, Asia Timur.
6. Hutan lumut adalah hutan yang memiliki spesies spesies kerdil dan ditumbuhi lumut. Hutan lumut tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian sekitar 2.500 m.
7. Taiga adalah hutan yang ditumbuhi tanaman konifera yang batangnya, dedaunan, cabangnya, memiliki kerucut (jarum) dan hijau sepanjang tahun. Taiga banyak tersedia di Eropa, Asia, Amerika Utara.
 |
| Hutan Taiga |
8. Hutan Sabana adalah padang rumput tropis dimana ada juga pohon besar. Bisa juga diartikan sebagai daerah transisi antara hutan dengan padang rumput. Sabana dapat ditemukan di Australia dan Brasil.
 |
| Hutan Sabana |
9. Hutan Gurun adalah padang pasir yang kering, lahan yang luas yang tidak memiliki pepohonan, panas, dan jenis tanaman didominasi oleh kaktus.
 |
| Hutan Gurun |
Jenis Hutan Berdasarkan Umurnya
1. Hutan seumur adalah hutan dengan jenis tanaman serupa. Misalnya, perkebunan.
2. Hutan yang tidak seumur adalah hutan yang memiliki jenis tumbuhan yang memiliki umur berbeda. Misalnya hutan alam.
Jenis Hutan Berdasarkan Sifat Pembuatan
1. Hutan alam
2. Hutan buatan, misalnya hutan kemasyarakatan, hutan tanaman industri, hutan kota.
Jenis Hutan Berdasarkan Sifat Tanah
1. Hutan mangrove adalah hutan yang sebagian besar tumbuh di garis pantai. Jenis pohonnya meliputi pohon bakau, pedada, api, dan sebagainya.
2. Hutan pantai merupakan jenis hutan yang membentang sepanjang pantai berpasir namun tidak landai. Jenis pohonnya meliputi pohon ketapang, pandan, waru, pinus laut. Hutan pantai terletak di bagian selatan Jawa.
3. Hutan rawa adalah hutan yang sebagian besar jenis pohonnya adalah pohon rawa seperti kempas, ramin, nyatoh.
Jenis Hutan Berdasarkan Kondisi Tanah
1. Hutan rawa gambut sebagian besar adalah hutan yang berada di belakang tanggul sungai, tinggal di lahan basah / terendam banjir. Hutan ini terbentuk dari tumpukan bahan organik atau biasa disebut tanah gambut. Banyak yang berada di dekat pantai timur Sumatera, Papua, Kalimantan. Jika jumlahnya besar, hutan ini bisa berbentuk seperti kubah dan peregangan antara dua sungai besar.
2. Hutan rawa air tawar merupakan hutan yang selalu dibanjiri air tawar tanpa musim.
3. Hutan rawa mangrove adalah hutan rawa yang ditumbuhi tanaman mangrove.
4. Hutan kapur merupakan hutan yang tanahnya merupakan hasil pelapukan batu kapur.
5. Hutan Kerangas adalah hutan yang sangat sensitif terhadap gangguan, misalnya kebakaran hutan. Kerangas adalah bahasa Dayak Iban yang berarti lahan yang tidak bisa ditanami padi. Kandungan lahan hutan yang miskin gizi buruk.
Beberapa spesies yang bisa hidup di hutan adalah semang semang dan geronggang. Tas semar bisa menangkap serangga dan menyerap nutrisi sehingga bisa bertahan di tanah liat yang ekstrem. Geronggang adalah sejenis pohon yang bisa hidup di lahan hutan yang telah dibakar, batangnya keras, dan bisa bertahan dari panas.
Jenis Hutan Berdasarkan Lokasi Geografis
1. Hutan tropis adalah hutan yang terletak di khatulistiwa.
2. Hutan boreal adalah hutan di daerah kutub.
3. Hutan beriklim adalah hutan yang tumbuh di daerah dengan empat musim.
Jenis Hutan Berdasarkan Ketinggian
1. Hutan pantai
2. Hutan pegunungan yang lebih rendah adalah jenis hutan yang tumbuh di ketinggian antara 1000-1500 meter di atas permukaan laut. Hutan ini juga disebut submontana.
Hutan pegunungan atas adalah jenis hutan yang tumbuh pada ketinggian antara 1000-2400 meter di atas permukaan laut.
3. Hutan dataran rendah adalah hutan yang berkembang di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0-1200 meter. Yang termasuk hutan dataran rendah adalah hutan hujan tropis yang bisa ditemukan di Kalimantan dan Sumatera.
4. Kabut hutan adalah hutan yang tumbuh di daerah tropis, biasanya dikelilingi oleh kabut (meski sedikit) dan awan. Curah hujan tinggi dan minim pencahayaan.
5. Hutan elfin adalah hutan kecil dengan jenis pohon kerdil yang ada juga lumut.
Jenis Hutan Berdasarkan Susunan Jenisnya
1. Hutan serupa adalah hutan yang sebagian besar ditumbuhi pohon serupa. Biasanya tumbuh secara alami atau merupakan hutan buatan. Misalnya, hutan tusam di kawasan Kerinci dan Aceh.
2. Hutan campuran adalah hutan dari berbagai jenis dan jenis pohon.
Selain kedua hutan ini, ada juga kelompok hutan yang berdasarkan jenisnya menjadi hutan jarum daun atau lebih dikenal dengan hutan conifer dan hutan daun lebar, misalnya hutan meranti.
Jenis Hutan Berdasarkan Cara Menumbuhkan Kembali
1. Hutan dengan regenerasi alami adalah benih berbunga atau tersebar daripada manusia, tapi oleh angin, air, atau hewan.
2. Hutan dengan regenerasi campuran adalah hutan yang tumbuh dengan serbuk sari alami dan beberapa memiliki peran manusia untuk meregenerasi hutan.
3. Hutan dengan regenerasi buatan adalah hutan yang tumbuh karena serbuk sari atau biji yang disebarkan oleh manusia.
Jenis Hutan Menurut Biogeografi
1. Area hutan jenis Sahul Exposure (timur) mencakup flora dan fauna yang mirip dengan yang ada di benua Australia.
2. Kawasan paparan sunda (bagian barat) termasuk flora dan fauna banyak menyerupai yang ada di benua Asia / daratan Asia.
3. Daerah genangan Wallace / deepwater (tengah) termasuk flora dan fauna bersifat endemik atau hanya ada di daerah tersebut dan tidak dapat ditemukan di daerah lain.
Jenis Hutan Berbasis Pemanfaatan Lahan
Hutan permanen: 88,27 juta ha
Hutan konservasi: 15,37 juta ha
Hutan lindung: 22,10 juta ha
Hutan produksi terbatas: 18,18 juta ha
Hutan produksi tetap: 20.62 juta ha
Hutan produksi konversi: 10,69 juta ha
Rentang non-hutan: 7,96 juta ha.
Data di atas bersumber dari Wikipedia Indonesia.
Nah itulah
Jenis Jenis Hutan di Indonesia dan Dunia serta Manfaatnya yang bisa saya rangkum pada artikel ini. Semoga bermanfaat. Terimakasih sudah berkunjung dan membaca sampai selesai.
sumber:
prydain.wikia.com
https://microdata.bps.go.id/mikrodata/index.php/catalog/619
Labels: Geografi Hutan