Pengertian Administrasi Pendidikan dan Tujuan serta Fungsinya - Pengertian administrasi pendidikan dapat diartikan sebagai usaha atau proses yang dilakukan oleh banyak orang untuk mencapai target pendidikan yang telah ditentukan.
Usaha bisa dilakukan dengan berbagai cara untuk mewujudkan target pendidikan, misalnya dengan menjalankan pendidikan di sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah pertama, bahkan sampai perguruan tinggi jika orang finansial sudah mencukupi.
Namun, pendidikan di sini bukan hanya tentang akademisi, tapi pelajaran hidup sehari-hari yang harus dilakukan setiap orang juga bisa dikategorikan dalam pendidikan juga. Misalnya membersihkan kelas saat hendak berangkat sekolah, menyapu lantai, atau membersihkan kaca saat ada aktivitas kerja di sekolah. Contohnya juga termasuk dalam pendidikan yang dibutuhkan oleh setiap orang.
Pengertian Administrasi Pendidikan Menurut Ahli
 |
| Administrasi Pendidikan |
Pengertian administrasi pendidikan juga terpapar oleh beberapa ahli dari berbagai pelosok dunia mengingat pembahasan pendidikan juga dirasakan di seluruh dunia tidak hanya di indonesia saja.
Namun bedanya adalah proses pembelajaran dan fasilitas yang didapat di Indonesia dan lintas negara tentunya berbeda tingkat. Tapi tetap saja, nama pendidikannya bagus. Berikut adalah beberapa pendapat tentang administrasi pendidikan dari beberapa ahli.
Yang pertama adalah dari
Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Depdiknas RI) mengatakan bahwa
pengertian administrasi pendidikan adalah proses kegiatan yang dilakukan oleh setiap orang yang meliputi perencanaan sampai dengan pelaporan dan pelaksanaan pendidikan itu sendiri yang dapat dilakukan oleh lembaga pendidikan dengan fasilitas tertentu yang dapat membantu eksistensi proses administrasi pendidikan tadi.
Hal ini dilakukan agar tujuan pencapaian pendidikan oleh setiap orang bisa dilakukan dengan baik, efektif dan bermanfaat bagi siapapun itu.
Yang kedua adalah menurut Drs. M. Ngalim Purwanto, ia mengatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan merupakan proses pengarahan dan penyempurnaan yang terjadi setiap pribadi, spiritual dan material yang saling terkait untuk pencapaian tujuan pendidikan tadi.
Dari dua pendapat ahli di atas mengenai pengertian administrasi pendidikan, dapat disimpulkan bahwa suatu proses yang dilakukan setiap orang terhadap proses yang dilakukan untuk mendapatkan suatu tujuan yang diharapkan oleh seseorang atau banyak orang untuk mendapatkan pembelajaran yang baik dari bidang akademik atau umumnya diperoleh di sekolah mulai dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi.
Begitu pula dari bidang spiritual dan juga bidang kehidupan manusia sehari-hari, tentu hal ini akan menjadi hal yang penting dalam hal pendidikan dimanapun itu. Satu-satunya perbedaan adalah fasilitas dan penyampaian setiap materi pembelajaran. Demikian pemahaman administrasi pendidikan yang bisa Anda ketahui.
Tujuan Administrasi Pendidikan
Tujuan administrasi pendidikan adalah untuk semua kegiatan yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Kemudian menurut Sergiovani dan Carver adalah efektivitas produksi, efisiensi, kemampuan beradaptasi, dan kepuasan kerja.
Sedangkan tujuan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia yang diimplementasikan di sekolah-sekolah yang juga berasal dari tujuan pendidikan nasional yang digariskan dalam GBHN adalah untuk meningkatkan pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan karakter, atau memiliki kepribadian untuk memperkuat semangat kebangsaan menjadi perkembangan manusia, memiliki kecerdasan dan keterampilan
Fungsi Administrasi Pendidikan
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang fungsi administrasi pendidikan adalah sebagai berikut;
1. Perencanaan.
Setiap program atau konsepsi memerlukan perencanaan terlebih dahulu sebelum melaksanakannya. Perencanaan adalah cara untuk mendekati masalah. Dalam lampiran masalah, perencana merumuskan apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya.
Perencanaan merupakan pungutan mutlak untuk kegiatan administrasi, tanpa merencanakan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.
Dalam kegiatan perencanaan ada dua faktor yang harus diperhatikan, yaitu faktor tujuan dan faktor sarana, baik fasilitas personal maupun material.
Sedangkan langkah-langkah dalam perencanaan meliputi;
a. Menentukan dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai.
b. Periksa masalah atau pekerjaan yang akan dilakukan
c. Kumpulkan data dan informasi yang diperlukan.
d. Tentukan tahapan atau rangkaian tindakan.
e. Rumuskan bagaimana masalah akan dipecahkan dan bagaimana penyelesaiannya.
Persyaratan perencanaan adalah sebagai berikut;
a. Perencanaan harus didasarkan pada tujuan yang jelas.
b. Sederhana, kenyataan dan jelas.
c. Detil berisi semua deskripsi dan klasifikasi kegiatan dan serangkaian tindakan sehingga mudah diikuti dan dijalankan.
d. Ini memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi dan kondisi kapanpun.
e. Ada pertimbangan antara berbagai bidang untuk dikerjakan dalam rencana. Menurut urgensinya masing-masing.
f. Upaya dilakukan untuk menghemat energi, biaya, dan waktu dan mungkin menggunakan sumber daya dan dana yang tersedia sebaik mungkin,
g. Diupayakan agar tidak terjadi duplikasi pelaksanaan.
Dengan kata lain, perencanaan juga bisa berarti berpikir untuk menghemat energi, biaya dan waktu, juga membatasi kemungkinan kesalahan dan menghindari duplikasi atau tugas duplikat yang dapat menghalangi jalan penyelesaian.
2. Mengorganisir.
Pengorganisasian adalah kegiatan menyusun dan membentuk hubungan kerja antar manusia sehingga terwujudnya upaya terpadu dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Pengorganisasian sebagai fungsi adminiatrsi pendidikan menjadi tugas utama para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah, terutama dalam kegiatan sehari-hari di sekolah ada berbagai pekerjaan yang membutuhkan keterampilan dan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda.
Maka yang perlu diperhatikan dalam mengorganisir antara lain adalah pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab, harus disesuaikan dengan pengalaman, bakat, minat, pengetahuan dan kepribadian masing-masing orang yang dituntut dalam menjalankan tugasnya.
Fungsi organisasi dapat diartikan bermacam-macam;
a. Sebagai pemberi struktural, terutama dalam penempatan pribadi, kerja material dan pikiran = pikiran dalam struktur.
b. Seiring menjalin hubungan antar manusia, kewajiban, hak dan tanggung jawab masing-masing anggota disusun menjadi pola kegiatan yang bertujuan mencapai tujuan.
c. Sebagai alat untuk menyatukan usaha untuk menyelesaikan pekerjaan.
Organisasi yang baik harus memiliki karakteristik atau sifat berikut;
a. Memiliki tujuan yang jelas.
b. Setiap anggota memahami dan menerima tujuan itu.
c. Adanya satu kesatuan arah yang bisa berujung pada kesatuan aksi dan kesatuan pikiran.
d. Keberadaan satu kesatuan komando, bahwahan hanya memiliki atasan langsung darinya ia mendapat perintah atau tuntunan dan kepada siapa ia harus mempertanggungjawabkan hasil karyanya.
e. Ada keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab masing-masing anggota.
f. Adanya pembagian tugas atau kerja sesuai dengan kemampuan, keahlian dan bakat masing-masing. Sehingga bisa menghasilkan kerjasama yang harmonis dan kooperatif.
Koordinasi
Adanya berbagai tugas / pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang, membutuhkan koordinasi seorang pemimpin.
Adanya koordinasi yang baik dapat mencegah kemungkinan terjadinya persaingan tidak sehat atau kebingungan dalam beraksi.
Kita tahu bahwa rencana / program pendidikan yang harus dilakukan di sekolah sangat kompleks dan sangat multifaset dalam hal satu sama lain.
Sifat kompleks yang dimiliki oleh program pendidikan di sekolah menunjukkan kebutuhan mendesak akan tindakan terkoordinasi atau dengan kata lain koordinasi adalah aktivitas membawa orang material ke dalam pemikiran, teknik, tujuan menjadi hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan.
Komunikasi
Komunikasi dalam segala bentuk adalah proses yang akan mempengaruhi sikap dan tindakan orang dalam struktur organisasi.
Kemudian dalam komunikasi diperlukan motivasi dengan mempertimbangkan unsur-unsur sebagai berikut;
1. Keinginan untuk sukses.
2. Kejelasan tindakan yang harus dilakukan / direkomendasikan.
3. Keyakinan bahwa perubahan yang diajukan akan membawa hasil positif.
4. Keyakinan akan kesempatan yang sama untuk semua anggota.
5. Keinginan untuk kebebasan untuk memutuskan, menolak atau menerima apa yang direkomendasikan.
6. Ada kecenderungan untuk menilai (berdasarkan moral dan etika yang diadopsi) apa yang direkomendasikan sebelum melakukan.
Pengawasan
Setiap pelaksanaan program pendidikan membutuhkan pengawasan, di mana pengawasan bertanggung jawab atas efektivitas program. Oleh karena itu pengawasan harus memeriksa adanya atau tidak adanya kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan pendidikan.
Dengan kata lain fungsi pengawasan yang paling penting adalah sebagai berikut;
1. Tentukan kondisi atau kondisi apa yang dibutuhkan.
2. Memenuhi / membedakan kondisi yang diperlukan.
Staf
Masalah yang dibutuhkan dalam kegiatan ketenagakerjaan adalah motivasi kepada karyawan untuk selalu bekerja keras, kesejahteraan karyawan, insentif dan penghargaan atau jasanya. pensiun karyawan
Pembiayaan.
Pembiayaan ini bisa dicairkan bensin untuk mobil atau motor. Mengingat pentingnya biaya untuk setiap organisasi, tidak ada biaya yang cukup tidak mungkin untuk menjamin kelancaran sebuah organisasi.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembiayaan adalah sebagai berikut;
1. Merencanakan beberapa pembiayaan yang diperlukan,
2. Dari mana dan bagaimana biaya bisa didapat / dibudidayakan.
3. Cara menggunakannya.
4. Siapa yang melakukannya?
5. Bagaimana pembukuan dan akuntabilitas.
6. Bagaimana cara mengawasi dan lainnya.
Penilaian
Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah kegiatan untuk memeriksa dan mengetahui sampai dimana pelaksanaannya dilakukan dalam keseluruhan proses organisasi dalam mencapai hasil sesuai dengan rencana atau program yang telah ditetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. . Dengan kata lain, mengawasi atau evaluasi lebih lanjut dapat dicoba bagaimana memperbaikinya.
Labels: Pendidikan